7 Film Dokumenter yang Bagus untuk Mengisi Akhir Pekan

Mengisi akhir pekan dengan menonton film dokumenter adalah cara yang luar biasa untuk mendapatkan pengetahuan baru sambil tetap terhibur. 

Apa itu film dokumenter? 

Film dokumenter adalah film non-fiksi yang bertujuan mendokumentasikan kenyataan untuk kebutuhan edukasi, menjaga informasi maupun pelestarian sejarah. 

7 Rekomendasi Film Dokumenter 

Film Dokumenter yang Bagus untuk Mengisi Akhir Pekan
Film Dokumenter yang Bagus untuk Mengisi Akhir Pekan

Berikut tujuh film dokumenter yang patut Anda tonton di weekend ini:

1. Call Me Kuchu (2012)

    Call Me Kuchu mengisahkan perjuangan komunitas LGBT di Uganda yang menghadapi diskriminasi keras. Film ini berfokus pada David Kato, aktivis hak asasi manusia yang memperjuangkan hak-hak LGBT di tengah ancaman dan kekerasan yang nyata. 

    CallMeKuchu adalah film yang menggambarkan keberanian dan ketekunan komunitas LGBT dalam melawan undang-undang anti-homoseksual yang represif di Uganda. Ini adalah kisah menyentuh yang menunjukkan bagaimana cinta dan keadilan dapat bertahan di tengah ketakutan dan penindasan.

    2. 13th (2016) 

      Disutradarai oleh Ava DuVernay, 13th mengeksplorasi hubungan antara ras, keadilan, dan pemenjaraan massal di Amerika Serikat. Judul film dokumenter ini merujuk pada Amandemen Ketiga Belas Konstitusi AS yang menghapus perbudakan kecuali sebagai hukuman untuk kejahatan. 

      Film ini menguraikan bagaimana sistem penjara di Amerika telah berkembang menjadi bentuk baru perbudakan, menargetkan orang kulit hitam dan kaum minoritas lainnya. 

      3. Won’t You Be My Neighbor? (2018)

        Film ini adalah ode untuk Fred Rogers, pembawa acara anak-anak yang legendaris, Mister Rogers’ Neighborhood. Melalui wawancara dengan orang-orang yang mengenalnya dan rekaman acara. film ini mengungkapkan filosofi Rogers seperti empati dan kebaikan. 

        Won’t You Be My Neighbor? adalah film yang penuh kehangatan dan nostalgia, mengingatkan penonton tentang pentingnya kebaikan dan kepedulian dalam masyarakat.

        4. Free Solo (2018)

          Free Solo adalah dokumenter yang mendebarkan tentang Alex Honnold, seorang pemanjat tebing yang berusaha memanjat El Capitan di Taman Nasional Yosemite tanpa menggunakan tali atau perlengkapan keselamatan. 

          Film ini menangkap ketegangan dan kegembiraan dari upaya Honnold yang luar biasa, serta memperlihatkan dedikasi dan risiko yang diambil oleh para pemanjat tebing ekstrem. Film ini mengisahkan keberanian dan pencarian batasan manusia.

          5. Jiro Dreams of Sushi (2011)

            Film ini mengikuti kehidupan Jiro Ono, seorang koki sushi legendaris di Tokyo yang mengelola Sukiyabashi Jiro, sebuah restoran sushi kecil yang berbintang tiga Michelin.

            Lebih dari sekedar film makanan, Jiro Dreams of Sushi merupakan film yang membahas tentang dedikasi, perfeksionisme, dan seni dalam menjalankan suatu profesi. Dokumenter ini akan menginspirasi penonton dengan komitmen Jiro terhadap kesempurnaan dan warisan kuliner Jepang.

            6. The Act of Killing (2012)

              Disutradarai oleh Joshua Oppenheimer, The Act of Killing mengeksplorasi dampak pembantaian massal di Indonesia pada tahun 1965-1966 melalui perspektif para pelaku. Film ini unik karena meminta mantan algojo untuk merekonstruksi kekejaman mereka dalam gaya film favorit mereka. 

              7. Our Planet (2019)

                Di narasikan oleh Sir David Attenborough, Our Planet adalah seri dokumenter alam yang menakjubkan yang memperlihatkan keindahan dan keragaman kehidupan di Bumi. 

                Film ini menyoroti pentingnya konservasi dan dampak perubahan iklim. Our Planet adalah panggilan untuk bertindak, mengajak penonton untuk melindungi Bumi demi generasi mendatang.

                Ketujuh film dokumenter terbaik ini menawarkan berbagai perspektif dan cerita yang mendalam, yang tidak hanya menghibur tetapi juga mengedukasi dan menginspirasi.

                Tinggalkan komentar